Search
Close this search box.

PRESS STATEMENT: CARE Indonesia Salurkan 15.000 Liter Air Bersih per Hari bagi Penyintas Gempa Nagekeo

Share it with others

Bersama PMI Kabupaten Nagekeo, layanan direncanakan berlangsung selama 60 hari dan diproyeksikan memenuhi kebutuhan dasar air sekitar 1.000 penyintas setiap hari.

Yayasan CARE Peduli (CARE Indonesia), bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan Indonesia Humanitarian Coordination Platform (IHCP), memulai respons lanjutan bagi masyarakat terdampak gempa berupa distribusi 15.000 liter air bersih per hari ke sejumlah posko pengungsian di Kabupaten Nagekeo.

Distribusi air bersih direncanakan berlangsung mulai 24 Agustus 2026 selama 60 hari, dengan target penyaluran hingga 900.000 liter. Dengan mengacu pada kebutuhan dasar air dalam situasi darurat sekitar 15 liter per orang per hari, layanan ini diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan air sekitar 1.000 penyintas setiap hari.

Pada saat yang sama, sebanyak 215 paket bantuan darurat CARE (CARE Package for Emergency) yang didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) sedang dikirimkan secara bertahap melalui jalur udara. Paket-paket tersebut ditargetkan tiba dan mulai didistribusikan paling lambat 28 Agustus 2026 kepada keluarga penyintas di Mbay dan sejumlah lokasi terdampak lainnya di Kabupaten Nagekeo.

CEO Yayasan CARE Peduli (CARE Indonesia), Dr. Abdul Wahib Situmorang, mengatakan bahwa respons tersebut disusun berdasarkan kebutuhan keluarga terdampak secara menyeluruh, dengan memberikan perhatian khusus kepada perempuan, anak, lansia, dan kelompok yang menghadapi hambatan lebih besar dalam mengakses bantuan.

“Air bersih merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa menunggu. Mulai 24 Agustus 2026, bersama PMI Nagekeo kami menyalurkan 15.000 liter air bersih per hari selama 60 hari. Jumlah tersebut diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan dasar sekitar 1.000 penyintas setiap hari, termasuk untuk minum, memasak, menjaga kebersihan diri, dan merawat anggota keluarga di tengah kondisi musim kering,” ujar Abdul.

Untuk sementara, air bersih akan disalurkan ke bak-bak penampungan di posko pengungsian. Sejumlah keluarga terdampak masih bermalam di posko karena gempa susulan dan kekhawatiran terhadap keamanan tempat tinggal mereka.

Selain distribusi air bersih dan paket bantuan darurat, CARE Indonesia juga sedang menyiapkan 800 paket kebersihan dan perlindungan personal (dignity kit) serta 800 selimut. Bantuan tersebut ditargetkan mulai didistribusikan dalam 15 hari ke depan.

Berbeda dengan CARE Package for Emergency yang mencakup kebutuhan keluarga secara lebih luas, dignity kit berfokus pada kebutuhan kebersihan dan perlindungan personal. Paket ini antara lain berisi sabun mandi, sikat dan pasta gigi, sabun cuci pakaian, pembalut, pakaian dalam, jeriken air lipat, sisir, senter, dan peluit.

Pada minggu yang sama, CARE Indonesia bersama IHCP juga akan melaksanakan asesmen gabungan yang mencakup asesmen cepat kebutuhan dan analisis gender cepat. Proses tersebut akan mendengarkan secara langsung pengalaman dan kebutuhan keluarga terdampak, khususnya perempuan dan anak, serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak, hambatan dalam mengakses bantuan, risiko perlindungan, dan kondisi pasar lokal.

Hasil asesmen akan menjadi dasar untuk menentukan dukungan kemanusiaan pada tahap berikutnya, termasuk kebutuhan terhadap layanan perlindungan dan ruang aman bagi perempuan dan anak.

“Respons kemanusiaan tidak cukup hanya dengan mengirimkan barang. Kami perlu mendengarkan langsung keluarga terdampak agar bantuan selanjutnya benar-benar tepat sasaran, aman diakses, dan sesuai dengan kebutuhan yang berbeda. Suara perempuan, anak, dan kelompok yang sering kurang terlihat dalam situasi darurat harus menjadi bagian dari pengambilan keputusan,” tambah Abdul.

Abdul menambahkan, CARE Indonesia akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nagekeo, PMI, IHCP, dan mitra terkait lainnya. Menurutnya, jenis serta jangkauan bantuan pada tahap selanjutnya akan disesuaikan berdasarkan hasil asesmen yang telah diverifikasi dan perkembangan kebutuhan di lapangan.

Kepala Markas PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, menyampaikan distribusi air telah dilakukan ke tenda pengungsian di Kelurahan Lape, Kelurahan Mbay 2, dan Desa Aeramo di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Distribusi air bersih ini akan dilakukan tiap hari selama 60 hari kedepan. Ia juga menyampaikan akan berupaya, agar air bersih bisa dijangkau oleh masyarakat di posko-posko lain di Nagekeo

“Air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak di sejumlah posko pengungsian, terlebih dalam kondisi musim kering. Dukungan CARE Indonesia membantu memastikan distribusi dapat dilakukan secara terjadwal dan menjangkau titik-titik pengungsian yang telah dikoordinasikan bersama pemerintah daerah. PMI Kabupaten Nagekeo akan memastikan penyalurannya berjalan secara aman, tertib, dan sesuai dengan kebutuhan penyintas,” ujarnya.

Tentang CARE Package for Emergency
Paket bantuan darurat CARE dirancang untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat. Setiap paket mencakup:

  • perlengkapan kebersihan dan kebutuhan personal, seperti pasta dan sikat gigi, sampo, sabun, pakaian dalam, pembalut, dan perlengkapan kebersihan lainnya;
  • perlengkapan penerangan tenaga surya untuk keluarga yang tinggal di lokasi dengan akses penerangan terbatas;
  • perlengkapan penyimpanan dan penyaringan air, termasuk ember, jeriken, kain penyaring, dan corong lipat;
  • peralatan memasak, antara lain pisau, gelas, wajan, dandang, tungku, dan piring; serta
  • perlengkapan hunian darurat, seperti terpal, kelambu, sarung, dan kain jarit.

Berita Terkait Lainnya