Sigi, 31 Agustus 2026 – Yayasan CARE Peduli (CARE Indonesia), bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi dan Karsa Institute menyalurkan paket bantuan kedaruratan atau CARE Package for Emergency kepada keluarga terdampak, pasca gempa bumi melanda Sulawesi Tengah. 60 keluarga terdampak di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo akan menerima paket kedaruratan yang bisa dipergunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga seperti kebutuhan higenitas, alat rumah tangga, penerangan dan lainnya. Penyerahan paket bantuan kedaruratan dilakukan di Kantor Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo (31/8), yang turut dihadiri Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi , Henri Kusuma Rombe, Sekretaris Camat Palolo, Nasirun serta Kepala Desa Lembantongoa, Arman.

Gempa darat kedalaman dangkal 10 km bermagnitudo 6,7 yang terjadi pada 16 Juni 2026 pukul 10.27 WITA dengan pusat gempa 42 km Tenggara Palu itu dirasakan masyarakat di 4 Kabupaten dan 1 Kotamadya yakni Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kota Palu dan Kabupaten Poso. Data dari BPBD Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan, Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang terdampak parah.

CEO Yayasan CARE Peduli (CARE Indonesia), Dr. Abdul Wahib Situmorang, menyampaikan, CARE Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah dan berbagai mitra kemanusiaan seperti dengan Karsa Institute, untuk memberikan bantuan pasca kedaruratan yang bisa membantu seluruh anggota keluarga, termasuk kebutuhan perempuan dan anak. Menurut Abdul, Desa Lembantongoa yang lokasinya cukup terisolir ini memerlukan paket alat bantuan kebencanaan yang mudah digunakan sehingga bisa segera mencari lokasi aman.

“Dalam melakukan respon kedaruratan bantuan yang didistribusikan harus bisa menjawab gap dari kebutuhan bagi setiap anggota keluarga. Karena itu, respon pasca bencana yang dilakukan CARE juga memperhatikan kebutuhan perempuan dan anak, termasuk kebutuhan kebersihan, kesehatan menstruasi, alat penampungan air bersih serta peralatan pendukung untuk hunian sementara. Semua bantuan non-food item ini dikemas ringkas dalam CARE Package for Emergency atau kami menyebutnya CP4E,“ ujar Abdul.

Abdul menambahkan, rancangan khusus di CP4E ini membuat lebih mudah dibawa oleh seluruh anggota keluarga karena bisa dipecah jadi 3 tas terpisah sebagai tas darurat. Ruang dalam tas yang cukup lega menurut Abdul bisa menjadi tempat penyimpanan kebutuhan tambahan keluarga seperti tambahan pakaian dan penyimpanan dokumen karena bahan tas yang dibuat tahan air.

Senada dengan Abdul, Rahmat Saleh, Direktur Karsa Institue menyampaikan, paket kedaruratan atau CARE Package for Emergency ini akan sangat berguna bagi seluruh anggota keluarga termasuk perempuan dan anak, terlebih lagi jika akses keluar desa tertutup. “Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo di Kabupaten Sigi merupakan salah satu dari tiga desa yang mengalami banyak kerusakan akibat gempa kemarin. Ditambah lokasi desa yang terpisah dan agak terisolir, sehingga bantuan mungkin sampai lebih lama selama masa tanggap darurat. Dengan CP4E ini, keluarga diharapkan bisa bertahan di lokasi lebih aman. Yang menarik, dibandingkan dengan paket-paket tanggap darurat konvensional, paket CP4E ini bisa di repacking, disimpan oleh keluarga dan difungsikan sebagai paket siaga yang dapat digunakan sewaktu-waktu. Paket bantuan kedaruratan seperti ini sangat penting dan fungsional. Harapannya, paket semacam ini bisa disediakan dalam skala yang lebih besar dan distribusikan secara bisa lebih luas di wilayah Sulawesi Tengah,” ungkap Rahmat.

Tentang CARE Package for Emergency
Paket bantuan darurat CARE dirancang untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat. Setiap paket mencakup:

  • Perlengkapan kebersihan dan kebutuhan personal, seperti pasta dan sikat gigi, sampo, sabun, pakaian dalam, pembalut, dan perlengkapan kebersihan lainnya;
  • Perlengkapan penerangan tenaga surya untuk keluarga yang tinggal di lokasi dengan akses penerangan terbatas;
  • Perlengkapan penyimpanan dan penyaringan air, termasuk ember, jeriken, kain penyaring, dan corong lipat;
  • Peralatan memasak, antara lain pisau, gelas, wajan, dandang, tungku, dan piring; serta
  • Perlengkapan hunian darurat, seperti terpal, kelambu, sarung, dan kain jarit.