Search
Close this search box.

Perisai Pesisir, Menghubungkan Aksi Perempuan untuk Memperkuat Ketahanan Iklim

Share it with others

Perempuan pesisir memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dan komunitas menghadapi perubahan iklim. Namun, ketika ekosistem pesisir mengalami tekanan, perempuan juga menghadapi tantangan dalam mempertahankan sumber penghidupan, mengelola sumber daya alam, dan menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Menurut Soka Handinah, Team Leader Project CARE Indonesia menyebut, di berbagai wilayah Indonesia, kelompok perempuan telah melakukan beragam upaya untuk menjaga lingkungan pesisir. Mereka menanam dan merawat mangrove, melindungi ekosistem, serta mengembangkan pengetahuan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Praktik tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun ketahanan komunitas terhadap perubahan iklim. Meski demikian, inisiatif perempuan sering kali berkembang secara terpisah.

“Pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki kelompok perempuan belum seluruhnya terdokumentasi, terhubung, atau memperoleh pengakuan yang lebih luas. Padahal, praktik baik tersebut dapat menjadi sumber pembelajaran bagi komunitas lain yang menghadapi tantangan serupa,” katanya.

Lebih lanjut, Handinah menjelaskan, CARE Indonesia melihat pentingnya mendokumentasikan pengalaman dan perubahan yang tercatat dari banyak perempuan penggerak yang melindungi ekosistem pesisir, sehingga dengan support mitra, Perisai Pesisir dikembangkan. Menurut Handinah, Perisai Pesisir menjadi platform digital yang mendokumentasikan, membagikan, dan memperluas praktik baik perempuan dalam restorasi pesisir. Platform yang dapat diakses secara daring ini menjadi ruang belajar bersama yang menghubungkan perempuan pelaku restorasi dari berbagai wilayah sekaligus memperkuat kepemimpinan mereka dalam aksi iklim.

“Penguatan jaringan dan dokumentasi pengetahuan perempuan menjadi bagian penting untuk memperluas manfaat praktik restorasi yang telah dilakukan di tingkat komunitas,” imbuhnya.

Handinah menjelaskan, melalui Perisai Pesisir, kelompok perempuan dapat membagikan pengalaman, menyampaikan informasi, dan berkomunikasi dengan kelompok lain secara daring. Platform ini juga menyediakan ruang pembelajaran melalui berbagai tulisan dari banyak aktor penggerak perempuan menjadi artikel, foto, video kegiatan, peta interaktif, serta dokumentasi cerita perempuan dan praktik restorasi yang mereka jalankan.

“Saat ini, sebanyak 10 praktik baik kelompok perempuan telah didokumentasikan dalam platform. Inisiatif yang tersedia berfokus pada restorasi mangrove, termasuk pengalaman perempuan dalam menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir. Dengan mengunjungi situs www.perisaipesisir.id, masyarakat luas juga dapat mengakses pengetahuan tersebut, sementara perempuan penggerak penjaga ekosistem pesisir yang bisa mendaftar sebagai pengguna, dapat membuat akun untuk berkomunikasi dengan kelompok perempuan,” ujarnya.

Handinah menambahkan, pengembangan Perisai Pesisir melibatkan 15 organisasi Mitra Pembangunan yang bergerak di sektor pesisir agar inisiatif dan penggerak perempuan dari seluruh Indonesia bisa ikut terdata. CARE Indonesia juga bekerja sama dan didukung Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memperkuat dokumentasi dan pemanfaatan pengetahuan perempuan.

Ke depan, platform ini diharapkan mendukung perempuan untuk memimpin restorasi pesisir, memperkuat keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan, serta mendorong pengakuan hak tenurial perempuan di wilayah pesisir. Dengan menghubungkan pengalaman lokal dan memperluas ruang belajar, Perisai Pesisir menjadi langkah untuk memperkuat kepemimpinan perempuan sekaligus mendukung pemulihan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

“Data yang berhasil dihimpun ini nantinya akan disampaikan ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa) untuk mendukung serta memperkuat rancangan nasional gender dan perubahan iklim terutama di sektor kelautan dalam aspek kepemimpinan perempuan dalam adaptasi iklim. Lalu juga mendukung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam pengarus utamaan gender dalam program-program penguatan pesisir dan pulau-pulau kecil,” pungkasnya.

 

Penulis: Kukuh Akhfad
Editor: Swiny Adestika

Cerita Terkait Lainnya