Di tengah tantangan ekonomi saat peremajaan kebun kelapa sawit (replanting), perempuan di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, membangun peluang usaha melalui kekuatan kelompok. Bersama CARE Indonesia, PT Hindoli–Cargill, dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, mereka mengembangkan usaha rumahan, mengolah potensi lokal, dan memperluas jangkauan pasar.
Sejak November 2022, melalui program PROSPER III, CARE Indonesia mendampingi pembentukan Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KUEP), memperkuat keterampilan kewirausahaan, serta menyediakan akses modal usaha. Hingga April 2026, sebanyak 505 perempuan tergabung dalam 13 KUEP di 13 desa dan mengembangkan 18 kelompok usaha rumahan. Pendapatan usaha mencapai Rp75,9 juta, sementara tabungan simpan-pinjam kelompok mencapai Rp1,9 miliar.
Berbekal pengetahuan dan modal, perempuan mengubah potensi sekitar menjadi sumber penghasilan. Pelepah sawit yang sebelumnya tidak terpakai diolah menjadi kerajinan anyaman lidi, sedangkan tandan kosong sawit dimanfaatkan sebagai media budidaya jamur merang. Upaya ini menunjukkan bagaimana inovasi berbasis sumber daya lokal dapat membuka peluang ekonomi baru.
Melalui koperasi produsen, seperti Sekawan Perempuan Mandiri, Srikandi Tungkal Mandiri, dan Perempuan Tangguh Berjaya, produk mereka mulai menjangkau toko-toko di Palembang. Hingga September 2026, sebanyak 397 unit dari 31 jenis produk makanan serta dua paket anyaman lidi telah didistribusikan ke berbagai toko di kota tersebut. Potensi penjualan produk diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.
Lebih dari sekadar meningkatkan pendapatan, inisiatif ini memperkuat kemampuan perempuan dalam mengelola keuangan, memimpin kelompok, dan mengambil keputusan bersama. Dengan dukungan pemerintah, mitra swasta, dan pelaku usaha, langkah mereka menuju pasar yang lebih luas menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi perempuan, keluarga, dan komunitas secara berkelanjutan.