Search
Close this search box.

CARE Indonesia dan PMI Distribusikan Paket Kebersihan dan Asesmen Cepat Berbasis Gender Bagi Penyintas di Sumatera

Berita

Statmen dari Dr. Abdul Wahib Situmorang, CEO Yayasan CARE Peduli (CARE Indonesia)

Hujan ekstrem dengan intensitas tinggi yang terjadi berulang selama beberapa hari telah memicu bencana hidrometeorologi berskala besar. Banjir bandang, tanah longsor, dan erosi tepi sungai beserta dengan material kayu melanda Aceh (18 kabupaten/kota), Sumatra Utara (17 kabupaten/kota), dan Sumatra Barat (15 kabupaten/kota). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 8 Desember 2025 pukul 17:30 WIB, tercatat sekitar 961 orang meninggal dunia, 293 orang masih hilang, dan 5.000 orang mengalami luka-luka. Gangguan luas pada jalur transportasi memperlambat akses menuju wilayah terdampak.

Yayasan CARE Peduli (YCP) terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan Indonesia Humanitarian Country Team (IHCT) untuk melakukan penilaian kebutuhan bersama. Operasi kemanusiaan cepat bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan mitra lain dengan memprioritaskan bantuan penyelamatan nyawa, program responsif gender, serta aksi pemulihan awal berdasarkan bukti lapangan yang telah tervalidasi.

CARE bersama PMI Sumatera Barat telah mendistribusikan bantuan pada 7 Desember 2025, berupa paket kebersihan sebanyak 115 paket kepada 115 kepala keluarga (KK) ke Desa Pancuang Taba, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Paket kebersihan terdiri dari ember, sabun, pasta gigi, sikat gigi dewasa, sampo, detergen bubuk, pembalut, dua unit jerigen ukuran 5L, dan gayung. Bantuan tanggap darurat tambahan juga akan didistribusikan di Sumatera Barat, meliputi 550 paket kebersihan dan makanan, 450 paket keluarga, serta layanan pengiriman air dengan kapasitas harian 15.000 liter.

Pengumpulan data lapangan secara langsung terkait kebutuhan berbasis gender agar tepat sasaran, akan dilakukan CARE melalui Rapid Needs Assessment (RNA) dan Rapid Gender Assessment (RGA) di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatra Barat untuk meninjau eskalasi dampak bencana yang terjadi di lokasi tersebut. Bantuan untuk fase pemulihan jangka pendek dan menengah dalam periode 60-90 hari akan dilakukan CARE, bekerja bersama pemerintah daerah dan para mitra sesuai hasil penilaian cepat berbasis gender yang dilakukan.

Statmen Penyintas

“Meski rumah hanyut disapu banjir, saya bersuyukur kelima orang anak-anak saya semuanya selamat. Saya mengucapkan banyak terima kasih untuk CARE Indonesia dan PMI sudah memberikan bantuan alat kebersihan yang bisa digunakan untuk membersihkan diri.”

Afri Yeni (49), Warga ke Desa Pancuang Taba, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan: Suara #SayaBerani Mengembalikan Ruang Aman Bebas Kekerasan Bagi Perempuan Digaungkan

Galeri

Lebih dari 1.500 partisipan program, anggota mitra dan komunitas perempuan bersama CARE Indonesia dari Jakarta, Kab. Sukabumi, Kab. Demak, Kab. Purwakarta, dan Kab. Bandung serta publik umum menyuarakan #SayaBerani Mengembalikan Ruang Aman Bebas Kekerasan bagi Perempuan. Berbagai kegiatan secara daring dan luring dilakukan mendukung kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP).

Kegiatan kampanye digital, jalan santai, games, diskusi publik, dan webinar dilakukan CARE dengan dukungan para mitra seperti IFI, Tirto.id dan Diajeng Tirto (25/11-14/12). Rangkaian kegiatan menjadi ruang bagi komunitas, termasuk perempuan, untuk membangun kesadaran bersama, memperkaya pemahaman, menyebarkan informasi edukasi untuk tanpa henti mencegah kekerasan berbasis gender, pemberdayaan perempuan termasuk pemberdayaan ekonomi serta bisa hidup tanpa rasa takut.