Search
Close this search box.

Siaran Pers: Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dan Penguatan Jejaring Pemuda Perkuat Ketangguhan di Enam Desa Kabupaten Sigi

Share it with others

Upaya membangun perdamaian dan ketangguhan masyarakat termasuk kelompok perempuan dan pemuda dilakukan CARE Indonesia bersama KARSA Institute, didukung UN Women dengan pendanaan dari KOICA, di enam desa, yakni Desa Ngatabaru, Pombewe, Pesaku, Rarampadende, Wisolo dan Ramba, Kabupaten Sigi. Pemberdayaan ekonomi melalui pembentukan Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KUEP) berhasil memperkuat peran dan kepemimpinan perempuan di desa sekaligus menambah pendapatan keluarga. Selain itu, pendekatan kesetaraan gender yang diimplementasikan di enam desa tersebut dikatakan berhasil memperkuat kesetaraan relasi dan akses di tingkat rumah tangga, komunitas bahkan di tingkat desa yang ditandai dengan ditetapkannya enam desa tersebut ditambah dua desa tetangga, yakni Desa Launca dan Desa Moa, menjadi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Tidak hanya itu, penguatan jejaring pemuda lintas desa berhasil menjadikan pemuda sebagai aktor pencipta perdamaian yang mencegah terjadinya konflik.

Dr. Abdul Wahib Situmorang, CEO CARE Indonesia menjelaskan, upaya mendorong ketangguhan dan perdamaian di masyarakat kerap kali luput melibatkan perempuan dan pemuda. Menurutnya, perempuan hadir sebagai penyangga ketangguhan sosial namun sering kali tidak diakui secara formal, sementara pemuda kerap dianggap sebagai aktor di dalam konflik, dengan energi, kerentanan, dan ambiguitas peran.

“CARE bersama KARSA dan mitra melihat, penguatan dan pelibatan perempuan serta pemuda menjadi kunci untuk mendorong resiliensi masyarakat terutama di Kabupaten Sigi yang kita ketahui merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam dan dinamika konflik sosial. Pendekatan dengan perspektif kesetaraan gender diimplementasikan, yang diselaraskan juga dengan praktik desa, tata kelola lokal serta pemanfaatan ruang-ruang informal dan digital. Hasil baik ini diharapkan dapat memperkaya kerangka Humanitarian–Development–Peace (HDP) Nexus serta bisa terus berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Mutmainah, anggota Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Ramba mengatakan edukasi dan pendampingan mengenai kesetaraan gender yang ia dan suami dapatkan membawa perubahan baik pada pelaksanaan peran domestik di rumah mereka. Menurutnya, pemahaman tentang kesetaraan gender pun menjadi pertimbangan yang ia sampaikan sebagai pengurus BPD dalam membuat perencanaan dan penganggaran desa.

“Pengingkatan kapasitas yang saya ikuti seperti kepemimpinan dan berbicara di publik ini berpengaruh terhadap peran saya sebagai BPD Ramba. Edukasi kesetaraan gender yang melibatkan saya dan suami pun memperkuat kesetaraan terutama dalam pembagian peran dan tugas di rumah ya. Saya juga menjadi lebih memahami tentang tentang kebutuhan perempuan dan laki-laki dalam pembangunan desa,” ujarnya saat mengikuti Workshop Pembelajaran Implementasi Program We Nexus, pada Kamis (29/1) di Hotel Best Western Coco Palu, Kota Palu.

Mutmainah menambahkan, penguatan peran perempuan di desa semakin ia rasakan setelah ia tergabung menjadi anggota KUEP di Desa Ramba. Menurutnya, KUEP membuat perempuan di Desa Ramba tidak hanya belajar pengelolaan keuangan, tapi juga mendapat tambahan modal untuk usaha dari simpan-pinjam yang diberlakukan di KUEP yang bisa menambah pendapatan keluarga.

“Keberadaan KUEP juga menjadi solusi simpan-pinjam bagi saya. Kami merasa terbebas dari tekanan tanggung renteng, karena sistem dan desain simpan pinjam di KUEP disepakati bersama. Bahkan di KUEP di Desa Ramba, pada siklus ke-2 ini modal nya sudah mencapai 46.850.000 Rupiah,” ujar Mutmainah.

Senada dengan Mutmainah, Sandi, Perwakilan Pemuda dari Desa Rarampadende turut menyampaikan kegembiraannya terlibat dalam upaya memperkuat perdamaian dan ketangguhan masyarakat di desanya. Menurut Sandi, pemuda jarang sekali dilibatkan secara intensif dalam dialog atau forum-forum di desa, sehingga ia senang bisa mendapatkan edukasi terkait kesetaraan gender, penciptaan perdamaian serta ikut serta dalam kegiatan kepemudaan lintas desa.

“Kegiatan kemah pemuda dan forum-forum diskusi informal yang dilakukan membuat saya jadi lebih mengenal teman-teman dari desa lain. Sebelumnya saya lebih sering bergaul dengan teman-teman satu desa saja, tapi sekarang kami punya grup untuk bisa saling berbagi informasi. Pertemanan kami pun bertambah ya di media sosial. Dari grup dan medsos itulah kami membuat pekan olahraga antar desa agar pertemanan kami semakin kuat dan tidak ada lagi konflik antar desa kedepannya,” ujarnya.

Rahmat Saleh, Ketua Dewan Pengurus Karsa Institute menuturkan, pelibatan pemuda dan pemberdayaan ekonomi kelompok perempuan telah mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat serta lembaga terkait lainnya. Menurutnya, operasional dari KUEP, kelanjutan DRPPA serta kegiatan kepemudaan telah masuk dalam perencanaan desa.

“Pemerintah desa, termasuk dinas terkait turut memandang penting keberlanjutan dalam pelibatan pemuda dan pemberdayaan kelompok perempuan di enam desa ini untuk resiliensi masyarakat. Kelompok pemuda dan perempuan yang sudah terbentuk, seperti usaha kelompok serta model simpan-pinjam di KUEP, Kelompok Siaga Bencana (KSB), satgas untuk posko PPA di desa, forum kepemudaan desa serta implementasi DRPPA kedepannya akan juga didukung dari perencanaan desa serta pendampingan teknis dari dinas terkait,” ujarnya.

Mohamad Rizal Intjenae, Bupati Kabupaten Sigi menyambut baik perubahan dan ketangguhan yang terbentuk di masyarakat desa, terutama pemuda dan peremuan. Ia menyampaikan, hasil dari kerja kolaborasi yang sudah berjalan di enam desa ini sejalan dengan aspek pencegahan yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Sigi, dalam menangani situasi krisis.

“Pemkab Sigi berfokus pada tiga aspek, yakni pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi yang berkelanjutan terkait situasi krisis. Mitigasi yang kami lakukan melibatkan berbagai pihak termasuk kalangan muda dan perempuan. Kolaborasi CARE Indonesia dan Karsa di enam desa ini sudah sangat baik dan sejalan dengan fokus kami. Ini menjadi pembelajaran yang sangat baik. Pemkab menyambut baik dan mendukung untuk terus memperkuat pemberdayaan perempuan dan penguatan ketangguhan jejaring pemuda tidak hanya di enam desa ini tapi juga untuk seluruh desa di Sigi,” katanya.

Berita Terkait Lainnya